Archive for the 'Soul' Category

Mimpi Bertemu Rasulullah

Desember 20, 2012

Tentang satu tahun lebih yang lalu, seperti biasa sepulang dari kantor aku makan malam, lalu mengistirahatkan fikiran yang biasanya dengan cara melamun aku lakukan hingga larut malam tiba, setelah mulai merasa bosan dengan lamunan akhirnya aku putuskan untuk beranjak bergerak untuk wudhu lalu sholat isya sekitar pukul 11 malam, Baca entri selengkapnya »

Ikhlas

Oktober 10, 2012

Ketika semua galau, ketika semua meracau, ketika semua mengigau.
Perasaan menolak, perasaan membenci, perasaan melaknat.
Merasa jijik, merasa muak, merasa marah.
Tidak adil, tidak sesuai, tidak sepadan.
Sekonyong-konyong Aku pun Berdo’a
“Yaa Allah, Yaa Allah, Yaa Allah..berikanlah kepadaku perasaan ikhlas untuk dia pergi meninggalkanku, karena mungkin Aku tak sanggup melihat semua kenyataan itu hingga akhir hayatku nanti, Aku tidak bisa..Maaf Aku tidak bisa”
Lalu dibeberapa kemudian hari diberikanlah beberapa firasat dari ayat Allah “Boleh jadi sesuatu yang kau benci adalah baik bagi kamu, dan boleh jadi sesuatu yang kau sukai adalah buruk bagi kamu”
Dibeberapa hari berikutnya ternyata Allah mengabulkan Do’a ku yang terdahulu dengan cara terbaikNya, Dia memberikan pesannya dalam setiap Sujudku, Dia memberikan pesannya dalam setiap Kesendirianku.
Dulu Aku memohon kepada Allah agar diberikan keikhlasan atas keharusan untuk kepergian, Tapi nyatanya Allah memberikanku keikhlasan untuk menerima semuanya, menerima apapun keadaannya, menerima sesakit apapun hatiku nanti.
Mungkin itulah hukuman bagiku di Dunia, atau malah sebaliknya yaitu keindahan yang sempurna bagiku di Dunia?
Wahai keburukan dan Wahai keindahan di Dunia, Enyahlah…Enyahlah…Enyahlah dan tertunduk dibawah singgasana Allah.
Yaa Allah, Aku bersyukur hidup di Dunia dengan ketidak abadiannya.
Aku tak pernah mampu membayangkan bagaimana jadinya jika Aku harus menangis abadi?
Aku tak pernah mampu membayangkan bagaimana jadinya jika Aku harus benci yang abadi?
Yaa Allah, jadikanlah hidupku di Dunia merupakan hidupnya RidhoMu dalam Ruhku.

Mimpi Bertemu Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam

April 2, 2012

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang melihatku disaat tidur maka seakan-akan dia melihatku pada saat terjaga dan setan tidaklah dapat menyerupaiku.” (HR. Bukhori)

Juga hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang melihatku disaat tidur maka sungguh dia telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak bisa menyerupaiku.” (HR, Tirimidzi, dia berkata ini adalah hadits hasan shahih)

Semoga apa yang anda saksikan yaitu melihat Rasulullah saw—walaupun bagian belakang tubuhnya saw—serta shalat bersamanya menjadi tanda keshalehan dan kecintaan anda kepadanya saw sebagaimana yang disebutkan oleh kedua hadits diatas.

Al Hafizh Ibnu Hajar menyebutkan bahwa makna dari “Barangsiapa yang melihatku disaat tidur maka sungguh dia telah melihatku” adalah barangsiapa yang melihatku disaat mimpi maka sungguh dia telah melihatku yang sebenarnya dengan sempurna tanpa adanya keraguan dan kesangsian terhadap apa yang dilihatnya bahkan dia adalah mimpi yang sempurna. Hal ini dikuatkan oleh dua buah hadits dari Abu Qatadah dan Abu Said “maka sungguh dia telah melihat yang sebenarnya” yaitu mimpi yang benar bukan yang batil.

Al Hafizh menambahkan bahwa maksudnya adalah barangsiapa yang melihatku disaat tidur dalam bentuk (rupa) yang bagaimanapun maka hendaklah orang itu bergembira dan mengetahui bahwa dia telah melihat yang sebenarnya dan mimpi itu berasal dari Allah swt dan bukanlah mimpi yang batil karena sesungguhnya setan tidaklah bisa menyerupaiku (Rasulullah saw). (Fathul Bari juz XII hal 453)

Ibnul Baqilani mengatakan bahwa makna “Sungguh dia telah melihatku” adalah mimpi orang itu benar dan bukanlah mimpi kosong atau penyerupaan dari setan. Hal ini dikuatkan dengan riwayat lain “Sungguh dia telah melihat yang sebenarnya” yaitu mimpi yang benar.

Al Qodhi mengatakan bahwa ada kemungkinan sabda Rasulullah saw “sungguh dia telah melihatku” atau “sungguh dia telah melihat yang sebenarnya karena setan tidaklah bisa menyerupai rupaku” maksudnya adalah jika orang itu melihatnya saw dengan sifatnya yang telah dikenal selama hidupnya saw. Akan tetapi jika orang itu melihat dalam bentuk yang sebaliknya maka mimpinya itu adalah ta’wil (yang masih perlu diteliti kebenarannya) bukan mimpi hakekat (sebenarnya), dan apa yang dikatakan oleh al Qodhi ini—menurut Nawawi—adalah lemah. Akan tetapi yang benar adalah bahwa orang itu sungguh telah melihat yang sebenarnya (hakekat) baik dalam sifat yang sudah dikenalnya ataupun selainnya, seperti yang disebutkan oleh al Maziri. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz XV hal 36 – 37)

Do’a ku

November 9, 2011

Bencana Orang Jujur adalah Tidak dipercaya

Bencana Orang Setia adalah dikhianati

Bencana Orang Berilmu adalah Lupa

Bencana Orang Penyayang adalah dibenci

Bencana Orang Beriman adalah jatuhnya Cinta pada Dunia

Yaa Allah, Aku Rapuh maka kokohkanlah Aku

Yaa Allah, Aku Hina maka muliakanlah Aku

Yaa Allah, Aku Hancur maka kumpulkanlah Aku atas Serpihan-Serpihanku

Yaa Allah, Aku Lemah maka kuatkanlah Aku

Engkau sebaik-baik Maha Pelindung

Engkau sebaik-baik Maha Mengerti

Engkau sebaik-baik Maha Pengasih

Engkau sebaik-baik Maha Penyayang

Jadikanlah Aku dan Orang sekitarku merupakan Manusia-Manusia pilihanmu berpegang atas kebaikan

Jadikanlah Hidupku bukanlah yang sia-sia

Yaa Allah, Aku tau Engkau Maha Adil tapi tolong jangan Kau hukum orang-orang yang pernah menyakitiku karena Engkau masihlah punya sifat Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pemaaf lagi Maha Penerima Taubat, Karena Aku hanya butuh waktu untuk melupakan setiap rasa sakit itu.

Lindungilah Aku, Lindungi keluargaku, Lindungi orang-orang sekitarku daripada sifat-sifat yang tercela

Aku bukan Nabi juga bukan Sahabat-sahabat Nabi maka tak pantaslah bagiku menduduki Maqom Rabbani

Aku hina Yaa Allah.. Aku hina.. Engkau Mulia, Engkau Maha Besar, Engkau Maha Indah

Aku tau, Engkau adalah pemilik segala pujian, Engkau Maha Ingat tapi mudah pula bagiMu untuk menjadi Yang Maha Lupa

Tolong Yaa Allah, jangan Kau sempatkan sedetikpun untuk melupakanku

Memang perjuanganku belumlah keras, tapi Aku akan mencoba untuk selalu berdoa keras kepadaMu

Aku berusaha untuk selalu bangkit, Karena harapanku kini hanya satu, berbalasnya cinta darimu.

Allahu Akbar, Allahu Nurussamawati Wal Ardh

Allah Maha Besar, Sebesar Cahaya Menerangi Langit dan Bumi.

Tauhid Rububiyyah

November 3, 2011

Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuhMu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku

Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku padaNya
Ya Allah, jika aku menyembahMu
Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembahMu
Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembahMu
Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu
Yang abadi padaku.

(Rabiah Al Adawiyah)

Nikmat Dunia atau Nikmat Akhirat?

Desember 31, 2010

Beberapa tahun silam, tepatnya ketika gue sedang kerja bertugas menjaga traffic internet di lantai 5 Gedung Cyber Internet Exchange, ditengah keheningan malam, dan dinginnya ruangan, tiba-tiba “buzz” menghampiri, dan akhirnya gue terlibat pada sebuah percakapan singkat via YM, dan berikut potongannya. Baca entri selengkapnya »

Istiqomah?

Desember 16, 2010

Suatu waktu di sudut sebuah Mushola disaat Kajian sedang berlangsung.

Pak Ustad: “Baik.. Silahkan yang ingin bertanya..”

Aku : “Assalamualaikum warahmatullah.. Pak Ustad sebelumnya Saya minta maaf, mungkin pertanyaan ini terlihat agak bodoh, tapi saya butuh pandangan lain, mudah-mudahan Pak Ustad bisa bantu saya, begini Pak Ustad..  Saya cuma mau tau tips dan trik nya agar orang kayak saya ini bisa terus istiqomah dalam beribadah, Baca entri selengkapnya »