Defrag part III

Oktober 29, 2011

Sepertinya gw emang udah salah gaul, waktu kecil kenapa Gw gak banyak bergaul dengan orang, terlalu sibuk dengan mainan, yaa walaupun memang bukan mainan yang lumrah dimainkan oleh anak kecil, membongkar radio atau alat elektronik lainnya. Gw juga gak ngerti udah sebesar ini hati masih juga sering merasa rapuh, cari uang halal sedikit susah, dapet yang haram jumlah banyak juga susah karena agak bertentangan dengan hati, terlalu sensitif, terlalu labil, sangat fluktuatif, intuitif tapi tidak progressif, saat ini Gw mulai berasa gerah, capek, lelah, merasa dimanfaatkan, tapi klo mengeluh semakin merasa bodoh aja, jeleknya Gw adalah mudah sekali empati sama orang sampai gak tau klo Gw lagi dimanfaatin, terlalu mudah percaya kata orang, terlalu mudah terbuai dengan pujian, susah berkata jujur untuk sebuah hal, harus memulai dan menuai yang halal dari sekarang, kemana perginya cita-citaku yang dulu?, kemana perginya semangatku yang dulu?, dimana nikmat dzikirku yang telah lalu, sekarang ibuku sedang apa ya? kira-kira dia ingat gak ya denganku? aku tau aku banyak dosa dan aku pun rela semua amal ibadahku untuk kuserahkan semua kepadamu ibuku, ah aku tak butuh pahala, karena dengan pahala aku berharap syurga tanpa pernah melihat kesalahan-kesalahan yang berakibat dosa tak terukur besarannya, aku tak rela jika telapak kaki ibuku harus bersentuhan dengan sepercik api neraka tapi aku rela jika tubuhku ini harus menjadi alas sebagai pijakan kaki ibuku, entah sudah berapa banyak tetes air mata karena mengingatmu ibu, aku pun rela jika kau tak jua memaafkanku karena itu adalah konsekuensi ku, bakar saja aku Ya Allah bakar saja aku, hilangkan sifat Ar Rahman dan Ar Rahimmu lalu tunjukkan sifat Al Aziz mu ketika membakarku, dan akan aku tunjukkan bahwa aku memanglah yang terlemah dari yang paling lemah. Engkau hebat Ya Allah, hebat yang Maha Sempurna, aku selalu dipaksa tertunduk lalu berlutut diatas takdir-takdirku, sering kali aku merasa sial di dunia, tak pernah beruntung dengan harta, tak pernah menikmati sebuah tahta, tak jua bahagia dengan wanita, baiklah.. akan ku coba meniti hidup hari demi hari dengan sehelai keikhlasan yang seperti rambut dibelah tujuh ini, tapi tolong Ya Allah, berikanlah selalu nikmat-nikmat sujudku kepadaMu seperti rasa yang indah telah lalu, setidaknya aku sial dalam berbagai hal di Dunia kecuali Sujudku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: