Aku Motormu Mas

Agustus 8, 2011

Aku mau membawa motor dengan kecepatan diatas 150Km/jam, Aku mau membawa motor dengan suara deruman yang menghentak dada, Aku mau membawa motor yang dengan motor itu semua orang takut, semua orang minder, Aku ingin jadi yang gagah dengan motor itu, berjaya di jalan raya, mungkin 250cc atau 600cc pilihanku nanti, Aku benci motor lemah, Aku benci motor butut, Aku benci motor bebek, Aku benci motor berjalan lambat, Aku muak sama Kamu.

Mas.. Kamu boleh membenciku, kamu juga boleh muak kepadaku, Aku juga sadar kalo Aku tidak bisa seperti yang Kamu mau, tak bisa membuatmu menjadi gagah, tak bisa membawamu lebih cepat dari yang Aku mampu, Aku memang lemah Mas, maafkan Aku. Tapi ingatkah Kau mas.. Denganku, Kau bisa menyambung silaturahmi, denganku pula Kau mampu membuat orang lain bercerita dan tertawa, dengan Adikmu, Ayahmu, Aku juga tau mas, walaupun Aku hanya motor biasa, tapi tidak sembarang orang Kau beri tumpangan, iya khan mas? itu juga karena kebaikan hatimu tulus datang sendirinya, denganku Kau bisa berfikir lebih bijak, Aku tau mas kalau kamu memang suka bersedih, makanya Aku selalu rela ketika kamu bawa Aku tanpa ingat pedal rem, Aku juga rela ketika Kau hantamkan Aku pada lubang jalan yang memang menyakitkanku karena Aku tau fikiranmu sedang meracau, ingatkah Kamu mas denganku kamu biasa bernyanyi dan mengaji serta bicara sendiri sekedar mencurahkan isi hati yang sudah pasti hanya kupingmu sendiri yang menikmati dibalik dekapan helm hitammu? Aku pun ikut senang ketika hatimu sedang berbunga-bunga walau itu tak pernah berlangsung lama, tetapi Mas, Aku ikut bersedih ketika kamu merasa tak punya semangat, ketika kamu patah semangat dan juga ketika kamu merasa patah hati, Aku sungguh tidak rela atas suasana hatimu yang seperti itu, Mas..Mas.. Aku bangga sama Kamu, karena selama Kamu menggunakanku ternyata imanmu semakin lama semakin tangguh dan hebat, semakin paham bagaimana hidup ini seharusnya, tapi Aku sedikit merasa teriris ketika Kamu mulai melirik pesona motor 250cc itu, ia sangatlah duniawi, Apakah Kamu mau Mas melupakan Allah sementara Kamu disibukkan untuk urusan dunia yang jelas-jelas selalu mengecewakanmu? Belum tentu juga dengannya Kamu masih seperti yang sekarang mas, bisa jadi kamu jauh sangat angkuh, sombong, egois, lupa dengan urusan akhiratmu, tapi dari hatiku yang terdalam, Aku sudah merelakanmu, tapi tolong, akuilah diriku bahwa Aku Motormu Mas, Semoga Allah selalu melindungi tiap derap langkahmu, Amin.

Terhunus dalam dekapan hangat Helm hitam,

Salam Cintaku yang mendalam padamu Kuda Besiku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: