Sederhana

Desember 13, 2010

Beberapa Minggu sebelum Ibu pergi meninggalkanku, Adik-adikku, dan Ayahku untuk selamanya.

Aku berfikir, Aku telah dikandung oleh Ibu selama 9 bulan, lalu dilahirkannya, disusuinya, dirawatnya, dididiknya untuk berjalan, diajarkannya untuk bicara, dicontohkannya tentang suri tauladan dan akhlak yang baik, diajarkannya bagaimana berdoa, mengaji, dan sholat 5 waktu, setelah sedikit dewasa ternyata Aku menjadi seorang yang keras kepala, pembangkang, berhati keras, dan saat itu aku tersadar, ternyata selama ini Aku sudah dituntun pada sebuah jalan yang baik, kali itu Aku  benar-benar menyesal, dan mulai berfikir bagaimana cara membalas segala budi baik dan jasa-jasa Ibuku, Ya.. saat itu Ibu terbaring lemah karena harus setia menahan rasa sakitnya yang teramat sangat menyiksa.

Aku : “Bu.. Mas ada pertanyaan, tapi tolong Ibu jawab dengan sejujur-jujurnya, dan jangan marah atas pertanyaan saya ya Bu..”

Ibuku pun mengangguk menebar senyum..

Aku: “Bu.. Mas mau tanya, atas segala apa yang sudah Ibu berikan ke Mas ini, sudah melahirkan, sudah mendidik segalanya, Ibu minta apa Bu yang sekiranya mampu membayar segala budi baik dan jasa-jasa Ibu ke Saya? bilang aja Bu permintaan Ibu apapun, mau Saya naikkan Haji berapa kali Bu? Mobil? Rumah? atau Perhiasan? Baju Muslimah termahal atau apapun Bu.. Sebut aja, Insya Allah nanti Mas sanggupi untuk memenuhi permintaan Ibu apapun itu..”

Ibuku menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan mata yang meneteskan air cinta nya..

Ibuku: “Nggak.. Nggak.. Ibu gak minta itu semua, semua itu kamu gak akan mampu membayarnya, karena rasa kasih sayang itu bukan untuk dibayar, tapi untuk dihargai, Kalo Ibu boleh minta.. Ya Ibu akan segera minta sesuatu sama kamu..”

Aku: “Iya.. Saya ngerti Bu.. Ibu mau minta apa.. bilang aja Bu.. nanti Mas sanggupi untuk memenuhi permintaan Ibu..”

Ibuku: “Permintaan Ibu sederhana, Ibu cuma mau kamu jadi anak yang sholeh dan taat pada Orang Tua.. itu saja sudah sangat cukup buat Ibumu ini.. dan berarti kamu mampu menjaga amanah Ibumu”

Tanpa kusadari ternyata Air Mataku mengalir begitu derasnya.. seraya berazzam dalam jiwa untuk menjadi anak yang shalih dan selalu menjaga amanah Orang Tuaku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: