Layanan

Maret 7, 2010

Beberapa hari yang lalu, tanpa sengaja diawali karena badan yang sangat lelah hingga menyebabkan malas untuk masuk memaksakan diri bekerja dan akhirnya gue ambil keputusan untuk lanjut log off sebentar dikasur, setelah puas log off dikasur dan terbangun yang gue inget adalah bulan apa sekarang?.. hmm.. masih pusing untuk mencoba berfikir ada apakah dengan bulan sekarang, mencoba rehat sejenak mengembalikan ruh idlofi yang sudah puas berterbangan kian kemari, dan gue mencoba berjalan-jalan santai dihalaman rumah dengan maksud mengingat sesuatu yang berkaitan dengan bulan sekarang..Ya bulan Maret.

Ahh.. kali itu gue inget, bulan Maret.. setelah melihat plat nomor motor dan ternyata benar adanya, gue harus membayar pajak kendaraan bermotor pada bulan Maret ini, ditambah lagi diingatkan oleh Bokap untuk segera membayarkan Pajak STNK gue. Waktu menunjukkan pukul 9 pagi hari dengan sigap mandi, lalu membongkar arsip berupa BPKB untuk difotokopi berikut dengan STNK dan KTP. Setelah semua beres lalu segera meluncur ke kantor Samsat.

Sempat juga bertanya dimana posisi kantor Samsat, karena sebelumnya yang membayarkan pajak bukanlah gue. Setelah mendapatkan posisi kantor Samsat dan menyegerakan masuk ke halaman kantor Samsat ternyata penuh sesak dengan manusia, mungkin kalau diprediksi mencapai 300 orang dan sudah pasti gue langsung berfikir bahwa proses pengurusan pajak akan berlangsung sangatlah lama, ya disana gue juga digoda dengan para calo-calo, tapi gue gak tertarik karena gue penasaran bagaimana proses pengurusan pajak kendaraan bermotor itu berlangsung.

Setelah menyerahkan berkas-berkas pengurusan pajak, gue duduk diam dan basi diberanda kantor Samsat, yang sudah pasti akan terjadi kegiatan iseng, mungkin kalau tidak banyak orang apalagi yang saat itu mencapai sekitar 300 orang kegiatan iseng gue akan berbeda, entah ngupil, korek-korek kuping, dsb. Kegiatan iseng gue kali itu hanya memperhatikan bagaimana proses layanan pengurusan pajak kendaraan bermotor itu berlangsung, secara proses mungkin saat ini sudah banyak perubahan, semua berlangsung cepat dan semua itu terlihat dari jarak waktu panggil antara wajib pajak satu dengan yang lainnya tidak terlalu jauh, tapi tanpa disengaja gue melihat perilaku orang gaya orde baru, yaa seperti menyerahkan map berisi berkas-berkas pengurusan dengan dibubuhi uang Rp. 50.000,- , gue sedikit tertawa lalu segera memalingkan pandangan. Melihat sekeliling akan suasana, fasilitas, keamanan dan kenyamanan gak luput dari pandangan gue, dan terakhir gue menyimpulkan untuk menulis beberapa kritik dan saran di kotak saran, upss.. tapi sayangnya kotak saran tersebut tidak ada form yang disediakan apalagi pulpen sebagai alat tulis saran, ahhh.. kurang semangat, padahal maksud gue baik, kalau-kalau kritik saran gue bisa diterima dan diimplementasikan mungkin kantor samsat itu bisa menjadi kantor samsat idaman sepulau Jawa (berlebihan), tapi ya setidaknya ada hal yang bersifat membangunlah, semakin tidak semangat manakala gue melihat isi kotak saran tersebut dari kaca depan kotak saran hanya berisi sampah bungkus permen yang sudah tidak semestinya berada didalam kotak saran itu.

Hmm.. Gambar diatas gue ambil dengan tanpa sepengetahuan Pak PLokis setempat, curi-curi dikit boleh lah.. hehehe.., gambar tersebut gue ambil ketika mungkin yang berseragam Hitam itu adalah Pak Plokis dari Polda yang sedang sidak men-check list beberapa layanan dan fasilitas yang sudah diimplementasikan atau sudah diingkari seperti pada kotak saran itu hehehe.. Beberapa percakapan antara Pak Plokis berseragam hitam dengan Pak Plokis berseragam coklat sempat gue dengar, Plokis Hitam “Mana kotak sarannya???”, Plokis Coklat “Ini Pak ada di depan…”, Plokis Hitam “oOo ini kotak sarannya.. MANA KERTASNYA???”, Pak Plokis Coklat menjawab “A… nganu… m.. Habis Pak…!!”, **habis kok kotaknya kosong, lagian klo habis ditambah lagi duonk** Pak Plokis Coklat segera menyuruh seseorang untuk mengambilkan form saran lalu menaruhnya diatas kotak tersebut, tak lama Pak Plokis Hitam kembali bertanya “SEKARANG ADA KERTASNYAA!! TAPI MANA ALAT TULISNYAAA???!!” **bruwakakakakak** Pak Plokis Coklat “Aduhh.. Nganuu.. Pak.. Hilang itu pulpennya.. Saya ndakk tau kenapa bisa hilang Pak..”, kembali Plokis Coklat menyuruh seseorang untuk mengambil pulpen dan menaruhnya di atas kotak tersebut, Plokis Hitam “PAKEK PULPEN YANG ADA TALINYAA DONK… BIAR GAK HILANG!!!”, Plokis Coklat “Nganuu,, Pak,, tetep aja hilang pulpennya.. nggak tau kenapa bisa begitu…”, hahahaha… omongan kuno, sastra lama bohong sentris itu mah..

Ya itu lah sampai sekarang wajah Indonesia masih ada yang seperti itu, mereka gak mau dikritik layaknya makhluk absolut otoriter, gimana mau maju bangsa ini jika dikritik aja sudah panas kupingnya? padahal kalau kritik yang membangun itu bisa disikapi dengan serius bisa menciptakan suasana idaman. Tanpa disadari sikap seperti diatas tergolong korup sirri, korup yang bersifat halus. Semua yang  besar dan hebat itu berawal dari kecil dan sederhana.

Hey.. blom pernah khan dapet bokong Plokis.. Noh diatas gue beri.. wakakakakak…

Iklan

2 Tanggapan to “Layanan”

  1. dhodie Says:

    Mana foto elo bareng Plokisnya? Bisa dikenakan pencemaran nama baik lho udah candid bokong orang =))


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: