Juru Kunci

November 5, 2009

Entah harus berapa lama mereka tetap begini, entah harus berapa lama mereka tetap memberikan amanah, entah harus berapa lama gue mondar-mandir, entah harus berapa lama lagi barang itu tetap disana, entah harus berapa lama lagi gue jadi Juru Kunci, yaa… semua itu karena mereka dan dia, Siapa mereka? dan siapa dia?, mereka adalah orang-orang marketing, dan dia adalah boss gue hehehe… Apa hubungannya mereka, dia, amanah, barang, juru kunci, dan gue?, sebelumnya gue emang bener-bener dibuat kesal, karena orang marketing menaruh boneka souvenir nya di ruang workshop gue, awalnya gue berfikir mungkin hanya beberapa buah boneka souvenir, dan gue juga berfikir ukurannya kecil-kecil, ternyata tidak, boneka souvenir berukuran sedang, dan jumlahnya cukup banyak, berita buruknya adalah orang marketing sudah meminta izin dengan boss gue untuk meminjam ruangan workshop untuk dijadikan tempat menaruh boneka souvenirnya. Hmm… di izinkan berarti di bolehkan, walaupun itu boleh trus siapa yang mau setiap hari membuka dan mengunci pintu workshop hanya membela kepentingan orang marketing untuk mengambil beberapa bonekanya? mungkinkah boss? tidak khan? lalu siapa? yang pasti kaum lemah laah.. hahaha…

21102009426

21102009427

Kalau keadaan ruang kerja gue seperti itu, gimana kerjanya yaa? itu ruang perawatan khusus intensif untuk komputer-komputer yang berpenyakit pada stadium lanjut, setiap gue lagi install pc di ruangan itu, yang gue takutin adalah gundukan boneka-boneka souvenir itu tiba-tiba longsor dan menimbun gue, gak lucu juga kalo gue ketimbun boneka souvenir **seremm** , tapi seiring dengan waktu, hari berganti hari, minggu berganti minggu, hampir setiap hari gue membuka dan mengunci pintu sekedar untuk memberikan akses marketing mengambil boneka souvenirnya, terkadang suka terjadi komunikasi ringan dan singkat dengan mereka para marketing, pertanyaan yang biasa gue lontarkan adalah “Wah..banyak nasabah yaa boss?”, “Buat dimana boss souvenirnya?”, dan sekian lama gue perhatikan, ada salah satu personil marketing yang terlihat lebih tinggi intensitas pengambilan boneka souvenir, dia adalah seorang laki-laki muda, klo soal umur sudah pasti dan sudah tentu dia lah yang lebih tua, mungkin sekitar 2 tahun lebih tua dari gue, klo soal senioritas, gue lebih senior dari dia karena dia tergolong anak baru (fresh graduate juga), waktu awal-awal dia masuk bekerja kepribadiannya itu sangat mencolok, bersikap sok kenal dengan orang lain, padahal baru juga keterima kerja di kantor, kalo denger argumen dari temen-temen dia ini tergolong manusia terlebayyy di kantor, kalo bicara pun cukup besar sekali decibel nya, hahaha… tapi ketika gue membuka pintu untuk dia mengambil boneka souvenir dan terlibat perbincangan ringan dari sanalah gue bisa melihat sisi lain dari seorang marketing, gue mencoba invasi dengan sedikit pertanyaan “Wahh… ngambil boneka muluk nih… Capek gue buka tutup pintu, kapan neh boss ente mindahin boneka? ini bukan gudang, gue kerjanya gimana klo ditumpuk sama boneka?”,  dia pun menjawab “Iya nih mas Faiz.. habis mau gimana lagi? kita gak ada tempat!”, gue mencoba bertanya hal lain “Keknya mas fardhan sering banget nih ngambil boneka muluk, capek juga gue buka tutup pintu, ngomong-ngomong nasabah banyak yak? sehari bisa dapet berapa nasabah lo?”, dia menjawab dengan sedikit memberikan wajah lelahnya “Yaah… gak tentu juga mas faiz.. kadang  deposito dapet lima belas juta, kadang dapet dua ratus lima puluh juta, pernah juga 2M, kemarin dapet nasabah 1M, gak tentu sih mas.. tapi gue usahain sehari minimal dapet satu nasabah lah”, gue menimpalinya “Bah… nasabah lo gede-gede tuh, tapi kenapa cuman lu kasih boneka? sadis… lu dapet target khan dalam setahun? trus sekarang udah berapa nih dana masuk karena lo?”, dia menandasnya dengan gaya yang lebay “Hahahaha… bisa aja lo mas.., klo dana sih gue gak pernah ngitung, nggak tau sekarang udah berapa hehehe…”.

Semenjak dia  bercerita dengan menjawab pertanyaan gue, dan sejak itulah gue tersadar, bekerja memanglah berat, dari yang harus tebal muka, hingga tebal kulit untuk mencari nasabah. Apalah arti sekedar membukakan pintu, atau menjadi juru kunci gudang penyimpanan boneka souvenir, toh dari merekalah gue bisa digaji, dari mereka jugalah perusahaan ini tetap exist, dari mereka jugalah perusahaan ini menuai profit, intinya adalah bekerja sama, saling mengerti, dan saling membantu. Memang orang satu gedung ini men-cap mu memiliki sikap agak sedikit sumbing, tapi pandangan gue beda, orang yang seperti ini seharusnya bisa terpelihara dan diberikan fasilitas, karena dia sebagai front end atau ujung tombak perusahaan ini berkiprah. Seharusnya pula orang lain bisa melihat seberapa penting, dan seberapa besar pengaruh pribadi seseorang terhadap perkembangan perusahaan, ya keadilan juga merupakan kunci. Lagi-lagi gue memperoleh pelajaran berharga, tetaplah berkarya kawan. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: