Kanuragan

Agustus 5, 2009

Ilmu Kanuragan, Gue pertama kali mendengar kata “Ilmu Kanuragan” klo gak salah inget itu waktu kelas 3 SD, waktu itu mungkin karena rasa ingin tau gue yang cukup besar, buku-buku di penjual buku loak apapun gue baca, kebiasaan membaca buku di Kios Buku loak gue lakukan dari SD sampe STM kelas 3, gue juga gak tau kenapa begitu antusias dengan Kios Buku loak, bisa jadi karena gue selalu inget kata-kata “Buku itu tidak ada yang baru ataupun yang lama, yang ada hanyalah Buku tersebut belum dibaca”, buku marketing, management, komik-komik jadul, donal bebek, pokoknya semua buku sampe buku-buku yang menurut gue cukup aneh pun gue baca, gila nya gue mulai gandrung dengan buku-buku bacaan tentang ilmu-ilmu aneh (Kanuragan).

Kanuragan kalau menurut wikipedia adalah

Kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa.

Hmm.. Layaknya pendekar-pendekar di Film-Film Indonesia jaman dulu, mungkin seperti Si Pitung salah Satunya, yang terkenal dengan kebal tembaknya, tokoh lain yang terkenal adalah Ir Soekarno yang konon katanya beliau juga kebal tembak (katanya sih Beliau pernah ada percobaan pembunuhan dengan cara ditembak ketika berpidato), gue mulai terkagum dengan tokoh-tokoh Indonesia yang notabene adalah pendekar. Gue juga mencoba mencari informasi tentang ilmu kanuragan, apa itu?, bagaimana itu?, dimana memperolehnya?, apa saja jenisnya?, dll. Berbagai Informasi berhasil gue dapet baik itu dari koran, majalah, bahkan yang lebih gilanya lagi, gue sempet telepon ke redaksi media massa yang memuat tentang ilmu kanuragan. Memang agak bodoh, sampe-sampe gue mencoba untuk social engineering demi terkuaknya sebuah informasi. Gue akuin klo gue itu memang terlalu ambisius.

Gue bener-bener mengenal ilmu kanuragan ketika menginjak umur 13 Tahun, waktu itu sih cuma berawal ide coba-coba, ada perguruan yang mengajarkan ilmu tenaga dalam, kebetulan ada temen gue yang ikut disana, seakan termotivasi, gue pun gelap mata untuk mencoba-coba perguruan ilmu tenaga dalam itu, gue adalah murid yang paling muda saat itu. Persyaratannya pun cukup mudah dan murah, hanya dengan biaya Rp. 50.000,- gue udah bisa ikut perguruan tersebut. “Lalu apa selanjutnya?” gue disuruh meminum segelas air yang mungkin sudah diberi Do’a oleh Guru gue itu, setelah meminum segelas air tersebut, gue disuruh berdiri dengan posisi kuda-kuda, lalu Sang Guru pun beraksi seperti di film-film silat yaitu melakukan pengisian tubuh (penyaluran energi tenaga dalam) cukup singkat hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 5 menit, setelah itu gue diajarkan beberapa jurus-jurus kunci, dan diwaktu itu juga langsung mempraktekkan jurus di lapangan, awalnya gue gak ngerti apa maksud jurus-jurus tersebut, soalnya kalau diperhatikan gak ada sama sekali jurus serangan, semua bersifat bertahan, dan tidak jauh-jauh menjulurkan tangan, ternyata jurus tersebut adalah jurus-jurus ilmu kontak atau banyak orang bilang ilmu pukulan jarak jauh (waktu itu gue dibikin sangat takjub). “Terus berfungsi gak tuh?” sepengalaman gue Alhamdulillah terkadang ada fungsinya (karena dulu gue emang agak bandel), wallahualam bishawab, yang pasti maunah itu datangnya dari Allah. “Trus cuma kayak gitu doang?” dulu gue fikir tenaga dalam itu hanya bisa dimanfaatkan untuk pukulan jarak jauh, ternyata nggak, dalam waktu singkat gue di perguruan tenaga dalam itu sudah diajarkan beberapa pemanfaatan tenaga dalam diantaranya menjilat besi panas merah membara (bener-bener besi yang panas menyala merah), kebal air keras, kebal memegang rantai panas merah membara, dll.

“Terus sekarang?”, menurut gue cukup sudah malang melintang di dunia yang seperti itu, sekitar 2 tahun yang lalu gue dipertemukan dengan salah seorang teman, kebetulan dia cukup mumpuni untuk masalah ilmu-ilmu kanuragan, gue pun langsung mengutarakan yaitu gue minta supaya ilmu kanuragan yang ada di badan gue di cabut, di bersihkan dari badan gue, dia pun menyanggupi, menurut dia sih udah gak ada lagi ilmu itu di badan gue. “Terus alasannya apa?” jeleknya ilmu-ilmu kanuragan adalah bersifat panas, level emosi meningkat, menjadi pemalas, agak bebal, kalau kata orang-orang ilmu kanuragan itu bikin rejeki seret, dan semua alasan itu sangat bisa gue terima šŸ˜€ , “Terus ada alasan lain nggak?” hmmm… ada sih, dulu gue sempet dapat nasihat dari seorang yang gue hormati, beliau bercerita tentang seorang santri yang menuntut ilmu kepada seorang Kiyai, santri tersebut bilang kepada Kiyai nya “Pak Kiyai…saya minta diajarkan ilmu kebal donk!”, lalu Kiyai tersebut menjawabnya “ilmu kebal apa maksud kamu?”, santri pun segera menjawabnya “iya..maksud saya minta diajarkan ilmu kebal, jika di bacok tidak mempan… Pak Kiyai!”, lalu Kiyai pun menjawabnya “Ooh..maksud kamu ilmu selamat?”, santri segera menyahutnya “Iya..Pak Kiyai! maksud saya ilmu selamat dari bacokkan agar kebal”, lalu Kiyai tersebut menjawabnya dengan sedikit tersenyum “Kamu mau ilmu yang mana? ilmu Selamat dari bacokkan atau ilmu Selamat yang tidak akan pernah dibacok oleh seseorang pun?”, lalu santri pun berfikir, kalau difikir-fikir lebih sakti ilmu Selamat yang tidak akan pernah dibacok oleh seorang pun, dan akhirnya si santri menentukan pilihannya lalu diutarakan ke Kiyai nya “Iya Pak Kiyai….sepertinya saya lebih memilih ilmu Selamat yang tidak akan pernah dibacok oleh seorang pun, tolong ajarkan saya Pak Kiyai bagaimana caranya!”, Kiyai pun menjawabnya dengan bersahaja “Baik….Kalau memang itu pilihanmu mulai dari sekarang Jaga AKHLAK mu!”.Ā  Cerita itu bener-bener udah berhasil mencuri hati gue. Akhlak erat kaitannya dengan Rasulullah yang melegenda. Ngomong soal Akhlak jadi inget lagunya Haddad Alwi yang judulnya ‘insan utama’ …kok jadi gak nyambung :hammer:

Ada satu kalimat bijak “Cahaya itu akan terasa biasa jika memandangnya dari tempat yang bercahaya juga, tapi akan beda halnya jika Cahaya itu dipandang dari tempat yang miskin Cahaya, akan lebih indah…, akan lebih bermakna…. danĀ  jauh lebih bermanfaat….”, itulah yang disebut hidayah, seperti halnya orang non muslim yang mendapat hidayah dan masuk ke agama Islam biasanya ia jauh lebih pintar dari orang muslim (muslim dari lahir/islam keturunan) ituĀ  sendiri, kebanyakan muslim keturunan *mungkin* sudah merasa tenang menjadi seorang yang beragama Islam sehingga bisa dikatakan terlenaĀ  walaupun kebanyakan tidak menyadari sesungguhnya Islam itu harus kaffah, Agama Islam itu bukan hanya dipeluk tapi juga harus dibelai, disayang, dirawat, dimengerti. Wallahualam bishawab.

Intinya, sesuatu itu jangan pernah dipandang dengan sebelah mata apalagi dengan picik, segala sesuatu apapun yang ada dimuka bumi ini diciptakan sudah pasti ada manfaatnya hanya tinggal si Manusianya saja bagaimana menyikapi segala sesuatu itu dengan arif dan bijaksana. Gue gak pernah menganggap bahwa ilmu kanuragan itu murni sesat kecuali memang sudah menjauh dari Al Qur’an (seperti Sumanto, Sumanti, dll) Karena toh melalui ilmu kanuragan gue dihantarkan ke suatu tempat yang bercahaya terang. Buat teman-teman Net-ers yang mungkin merasa penasaran dengan kanuragan udah deh…belajar aja dari pengalaman gue, tapi kalo masih tetep mau coba yaa silahkan, semogaĀ  diberikan cahaya yang jauh lebih terang. Amin.

Iklan

Satu Tanggapan to “Kanuragan”

  1. ishma Says:

    hwaa >.<

    si embah tobat ni?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: