Rokok

Juli 4, 2009

Rokok semua orang pasti tau, anak kecil aja tau apa itu rokok, rokok sebuah benda yang penuh dengan dilema, ngomong-ngomong soal rokok, gue kenal rokok itu pas waktu masih sekolah TK (klo gak salah inget TK nol kecil), yang gue kenal tentang rokok saat itu cuma benda yang dibakar lalu dihisap dan mengepulkan asap tebal, gue tau itu rokok dari bokap karena dulu bokap emang hobinya menghisap rokok, awalnya sih gue biasa aja menanggapi sebuah rokok yang menyala kian mengepul asapnya, tapi lama kelamaan rasa penasaran pun timbul, sampai pada akhirnya gue yang waktu itu masih duduk dibangku TK (nol besar) mencoba untuk meminta sebuah hisapan rokok ke Bokap gue, dengan rayuan sejuta gombal pun gue lancarkan, rengekkan maut pun tak lekang dari mulut gue, sampe pada akhirnya gue di kasih sama Bokap, Bokap gue pun langsung menjulurkan tangannya dengan sebatang rokok ke mulut gue, gue sambut rokok itu dengan senang hati, awalnya gue fikir itu memanglah rokok yang Bokap gue hisap, ternyata yang dijejalkan ke mulut gue itu bukan rokok, melainkan jempol tangannya Bokap gue =)) =)) =)) sial dah kena tipu (untung bukan jempol kaki), gue kesel dan rengekkan gue pun semakin menggila, sampai pada akhirnya Bokap gue ngalah, Bokap said “Iya..iya..sini, tapi cuma sekali yaa..” dan Bokap pun menjulurkan tangannya berikut rokok yang dihisapnya ke mulut gue, trus gue coba menghisap sedikit dari rokok itu dan phufff…., setelah sekali menghisap dengan girangnya, gue mencoba meminta sekali lagi sama Bokap malah gue yang diomel-omelin wakakakak..

Gue inget banget pertama kali gue mencoba untuk mencuri-curi waktu dan kesempatan untuk merokok yaitu ketika kelas 1 SD, waktu itu kebetulan di rumah gue lagi banyak keluarga yang dateng bertamu waktu itu sih lagi malem hari, nah gue lagi duduk diberanda rumah, gak lama sodara gue ada yang buang rokoknya ke jalan, gue langsung gak banyak mikir lagi, clingak-clinguk setelah gue rasa¬† kondisi aman terkendali, terus gue ambil deh tuh rokok yang masih nyala di jalan dan gue bawa tuh rokok ke blok komplek belakang rumah gue, nah disitu tuh ada tempat PW banget dah, rumah kosong trus depannya ada tong sampah besar gak ada isinya, kering pulak. Tanpa banyak mikir gue langsung masuk ke tuh tong sampah besar nan kering, lalu menghisap rokok pungutan gue yang tadi, dan gak lama ternyata ada suara teriakan mengagetkan gue “Huwayoo looo…ngapain lu sah? gue bilangin ibu lu lhoo yak klo ngerokok!!” (gue klo di rumah sama tetangga dipanggil “waisahh..” macam mana Faiza jadi waisahh..) gue langsung tertegun dan dengan segera mematikan rokok tersebut. dan ternyata yang teriak mengagetkan gue itu adalah temen sepermainan gue, dia cuma nakut-nakutin aja =))

Gue mulai condong agak serius untuk merokok adalah saat SMP, mungkin karena waktu itu gue klo bergaul sama orang-orang yang jauh 5-10 tahun diatas gue, klo dipikir-pikir mungkin gue mulai banyak mengenal rokok itu karena gue ikut ekstrakurikuler di rumah yaitu Pencak Silat, biasa anak-anak silat klo lagi duduk-duduk nunggu latihan dimulai khan suka ngobrol-ngobrol sambil ngerokok-ngerokok, nah dari sanalah gue mulai ada hasrat untuk membeli rokok sendiri, apalagi gue yang dulu didukung bisa menghasilkan duit sendiri dari hasil menjual kaos, jadi klo soal makanan dan biaya hidup (kebutuhan primer) gue mengandalkan orang tua, tapi klo soal jajan, atau biaya entertainment lainnya mah gue bisa sendiri B-) awalnya gue suka mencoba berbagai macam merek rokok pasaran, karena pengen tau rasa yang cocok, sampe pada akhirnya rokok pilihan gue adalah StarMild, sehari bisa satu bungkus (saat smp) klo lagi malem minggu bisa sampe 1,5 -2 bungkus perhari, kebiasaan itu berlangsung kurang lebih 2 tahun, setelah masuk STM barulah kebiasaan itu banyak dikurangi, mungkin karena kecapean dijalan, atau sibuk sama perjalanan, sampe-sampe gak sempet buat menyulutkan sepercik api ke sebatang rokok, walaupun terkadang saat malam hari biasa atau pastinya malam minggu gue suka masih menyempatkan diri untuk merokok, sangking seriusnya gue sama rokok, gue pernah ngomong sama Ibu gue “Bu..saya boleh ngerokok gak Bu?”, Ibu gue said “Kenapa kamu? kamu udah ngerokok yaa? dari kapan?”, bah seakan Ibu gue tau klo gue udah memiliki kebiasaan merokok dari sejak lama, “hehe..iya, udah dari SMP suka ngerokok, boleh gak Bu saya ngerokok?”, Ibu gue said “nGgak..gak boleh, kamu gak boleh ngerokok, ngerusak kesehatan itu..gak pokoknya gak boleh”, dan dengan sedikit ngerayu dengan cara memberikan pandangan-pandangan positif tentang merokok entah dengan dalih menghilangkan stress lah, atau dengan dalih lebih baik merokok dari pada mabuk-mabukkan lah, dan berbagai cara, sampe pada akhirnya Ibu gue bilang “Ya udah..tapi jangan didepan Adek mu, dia masih kecil, jangan ngajarin yang nggak-nggak”, setelah Ibu gue mengizinkan gue ngerokoknya malah jadi biasa aja, hasrat malah semakin memudar, tapi tetep ngerokok.

Waktu berganti waktu, banyak orang yang gue kenal, banyak pula aktifitas yang gue lakukan, semakin lama gue semakin kecanduan sama yang namanya rokok, dari berbagai macam merek rokok pasaran yang gue cicipin, gue paling suka sama Dji Sam Soe kretek, setelah sekian lama gue kecanduan sama rokok, sampai pada akhirnya gue mengalami sebuah kejadian, belum lama juga sih, mungkin sekitar 8 bulan yang lalu yang pada waktu itu intensitas merokok gue bisa dibilang pada tahap wajar (tidak terlalu kecanduan), kejadian ini bermula ketika gue lagi makan di warung, setelah makan seperti biasa pada kebanyakan seorang perokok adalah merokok setelah makan, gue ambil sebatang rokok dari bungkusnya, waktu itu rokok gue Dji Sam Soe Premium (yang pertamax mahal), pas gue ngerokok sedikit lama, tiba-tiba perasa gue bener-bener peka, yang gue rasain asap rokok udah gak ada enak-enaknya, malah berbalik rasanya menjadi tidak enak, gue coba paksain menghisap rokok lagi untuk memastikan rasa yang sebenarnya, tiba-tiba gue malah merasa mual trus muntah. Waktu itu menurut gue bener-bener aneh, yang dari suka merokok dan menikmatinya tiba-tiba berbalik arah menjadi muak dan membenci rokok. Sampe sekarang gue gak habis pikir hal apa yang membuat gue jadi membenci rokok, mungkin banyak orang yang mengharapkan gue untuk tidak merokok, atau mungkin ada orang yang mendo’akan gue supaya tidak merokok lagi, atau mungkin kali ini Allah benar-benar tidak lagi ridho melihat hambanya merokok, wallahualam bi shawab, yang pasti tidak merokok merupakan hal yang baik dan gue merasa terima kasih sekarang udah gak pernah merokok lagi.

Gue banyak baca artikel mengenai cara berhenti dari merokok, setelah gue evaluasi kebanyakan artikel-artikel itu cuma sedikit sekali benarnya, mereka tidak pernah merasakan merokok tapi dengan gagahnya menulis artikel bagaimana cara berhenti merokok secara efektif, menurut gue orang-orang yang seperti itu hanyalah orang-orang yang bergaya sporadis, tanpa melihat lagi hak-hak orang lain (perokok), mungkin bisa dibilang suatu bentuk rasa emosi tak tertahankan kepada para perokok, asap rokok, abu rokok, dan rokoknya itu sendiri, cara-caranya itu sangat memberatkan para pecandu rokok, entah dengan membuang asbak lah padahal membuang abu rokok itu bisa dimana saja, bisa dipiring kecil, pot bunga, bungkus bekas apalah yang bisa digunakan, dan lain-lain. yang jelas rokok itu semakin kita jauhi dengan cara seperti itu maka hasrat ingin merokok pun semakin kuat. Gue gak pernah mau bilang klo seorang perokok benar-benar salah besar, sekarang boleh coba tanya pada seorang perokok “Ngerokok itu enak gak sih? apa enaknya ngerokok? kenapa mesti ngerokok?” pasti jawaban mereka tidak jauh dari iseng dan nikmatnya merokok. Maha Besar Allah yang telah menciptakan rokok dan zat-zatnya untuk memberikan kenikmatan pada hamba-hambanya yang dhaif, “Maka Nikmat Tuhan Kamu Yang Manakah Yang Kamu Dustakan?”, lu bisa bayangin gak sih sampe-sampe asap rokok aja ada nikmatnya, ok jasad sedikitpun tidak pernah merasa nikmat bahkan malah sebaliknya dia merasa tersakiti dengan hadirnya asap rokok, tapi batin dari seorang perokok merasa terpenuhi kebutuhannya, merasa nikmat setelah merokok, makanya gue gak mau menyalahkan apapun dimuka bumi ini, karena semua ini hadir karena Allah, cuma manusia dituntut untuk senantiasa berfikir agar tidak menjadi kaum yang merugi. Soal nikmat merokok udah gak bisa dipungkiri lagi karena memang ada nikmat ketika merokok, tapi gue bisa berhenti yang pasti karena ada hidayah dari Allah, selain itu gue juga sering berfikir, rokok antara manfaat dan mudharat lebih berat mana?, manfaat mungkin karena kebutuhan batin bisa terpenuhi karena nikmatnya asap rokok yang dihirup dapat mempengaruhi perasaan menjadi tenang, tapi kalau segi mudharat selain merusak tubuh sendiri, juga merusak tubuh orang lain yang bukan perokok, abu rokok pun bisa mencelakakan pengendara motor, uang dihamburkan hanya demi Asap rokok yang merusak badan sendiri dan badan orang lain, dan kebanyakan seorang perokok itu lalai dan ceroboh akan segalanya, ntah itu tiba-tiba nyundut anak kecil lah, tiba-tiba nyundut celananya sendiri hingga bolong lah, tiba-tiba ia lupa dan membuang puntung rokok di SPBU lah **parah-banget-nih-orang**.

Buat para perokok yang masih setia dengan korek cantiknya dan rokok gantengnya, coba sesekali ketika merokok jangan pernah sambil memikirkan pekerjaan, urusan rumah tangga, atau urusan-urusan yang lain, coba selain merokok lu pikirin dan mencoba fokus pada asap rokok yang lu hisap, lu nikmatin satu atau dua kepulan asap, sambil sesekali dirasa di dalam mulut seraya berfikir “Apa sih enaknya merokok?”, “rasa yang sebenarnya dari asap rokok itu apa sih?”, “kenapa mesti ngerokok yaa..kenapa gak yang lain aja”,”kira-kira badan gue ini udah rusak sampai separah apa yaa karena merokok?”, coba dengan sangat perlahan menghisap asap rokok dan menahannya didalam mulut lalu coba lu kecapkan lidah belakang dan rasakan apa rasa dari asap itu sendiri, dan rasa itu lama-kelamaan benar-benar terasa tidak enak lagi untuk dihisap, kalau emang mau muntah jangan ditahan-tahan ikutin aja rasa ingin muntah itu, asal lu tau semua asap rokok itu rasanya sama benar-benar tidak enak klo gak percaya coba aja lagi dengan cara merasakannya secara perlahan gue yakin rasa asapnya emang gak enak banget, kalo udah gitu gak usah ragu lagi untuk meninggalkan seperangkat alat merokok karena emang semua rasa asap rokok itu sejatinya tidak enak.

Selamat mencoba…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: