Sepeda Motor

Juni 18, 2009

Menurut gue sepeda motor itu adalah sejenis kendaraan yang di satu sisi sangat di benci namun di sisi lain sangat menyenangkan, kenapa sangat dibenci? Menurut para pengguna kendaraan ber-roda 4 sih kebanyakan mereka mengeluh akan perilaku dari para pengendara motor yang suka tidak permisi ketika akan menyalip, yang suka tidak melihat spion ketika akan minggir, terkadang motor juga suka tidak menggunakan lampu sen-nya ketika akan minggir (kebanyakan alasannya sih lupa, dan di antaranya ada yang bilang gak sempat untuk memberi isyarat lampu sen, ada lagi yang lebih parah yaitu malas untuk memberi isyarat lampu sen), ada lagi yang terkadang motor itu dibenci manakala pengendaranya adalah seorang wanita, atau seorang bapak-bapak tua (sejauh ini gue blom pernah ngeliat nenek-nenek bawa motor) kenapa? Yang pasti adalah dua makhluk itu ikut andil dalam upaya memacetkan Jakarta bayangin aja Jakarta yang terkenal dengan Rush Hour nya tapi dengan watados dua makhluk itu membawa sepeda motornya seperti sedang di pacuan keong racun keracunan, tapi terkadang bukan karena dua makhluk itu aja, ada lagi penyebab lain yaitu bukan orangnya yang tua, tapi motornya yang tua hahaha… *namanya juga umur*, hal lain yang memberikan alasan kenapa motor dibenci yaitu ketika macet melanda, ketika lampu merah membara, motor tetaplah motor, fitrahnya motor diciptakan itu adalah untuk melakukan aksi salip menyalip dan selip menyelip sampe-sampe karena gigihnya sang motor mereka rela memberhentikan sejenak motornya lalu mencoba menyelip diantara spion mobil dengan cara membelokkan sedikit stang ke kanan lalu dengan perlahan menggerakkan kembali stangnya ke kiri (sumpah ini adalah adegan paling menggelikan, tapi itulah faktanya) ngemeng-ngemeng soal selip menyelip gue jadi teringet akan sebuah sticker motor yang biasanya ditempel di bagian spakbor motor, sticker itu bersabda “CAUTION! IKUTILAH AKU KE JALAN YANG BENAR” hmm..klo dipikir-pikir ada benernya juga sih suruh ngikutin dia nyelap nyelip karena dia juga ngikutin motor depannya buat cari jalur tikus haha..*sticker yang aneh*, emang awalnya motor itu dibenci tapi boleh tanya deh sama para pengguna kendaraan roda 4, mereka diam-diam juga iri dengan para pengendara motor yang bisa salip sana salip sini selip sana selip sini, tapi ingat motor juga terkadang iri dengan para pengguna roda 4 manakala panas melanda atau hujan mengguyur.

Nah tadikan motor yang dibenci, sekarang  kenapa motor itu menyenangkan? Yang paling berkesan kenapa motor itu dibilang menyenangkan adalah karena “irit”, bagi gue, motor dan irit itu sama halnya dengan gue dan keren **wadezig** tapi emang bener irit lho, tergantung motornya juga sih 😀 klo motor gue dua hari baru isi bensin dan sekali isi bensin itu cukup merogoh kocek antara Rp.10000,- hingga Rp. 12000,- klo di hitung rata-rata penggunaan kilometer sih sehari sekurang-kurangnya 50 Km berarti dua hari 100 Km dan alternatif kesan yang lain adalah karena motor itu “cepat”, mereka beranggapan efisiensi waktu, padahal mah emang orangnya aja paling demen berangkatnya siang wakakakak..**tunjuk-paijo**, ya walaupun pada kenyataan dilapangan motor harus dipacu kencang sekali, sebenernya gue juga gak mau bawa kenceng tapi gimana yaa, klo gak dipacu ntar gue terlambat dan akhirnya mengakibatkan 25K hilang :-< tapi sempet juga gue dibikin berfikir ketika memacu motor dengan kencang lalu memijak pedal rem dengan mendadak dan persis tepat didepan gue ada motor dengan sticker di spakbor nya bertuliskan “AWAS JANGAN NGEBUT! INGAT ANAK ISTRI!” sumpah tuh sticker keren abiss…walopun gue belom beristri tapi rasanya gimanaaa gitu klo udah liat tuh sticker langsung lemes tangan gue gak mau nggeber-nggeber gas lagi (sampe sekarang masih terngiang), cuma bakal lain efeknya kalo gue sampe nemu sticker bertuliskan “AWAS JANGAN NGEBUT! INGAT CALON ISTRI!” bukannya jadi tersadar buat gak kebut-kebutan lagi tapi malah bakalan ketawa ngakak ampe mata merem (yang ada malah nubruk motor yang punya tuh sticker)

Hal apa sih yang dibenci para pengendara motor ? Menurut riset gue selama menjadi pengguna motor adalah yang pertama yaitu para pengendara motor itu paling nggak suka kalo motornya diseruduk dari belakang, entah dengan serudukan pelan apalagi dengan serudukan kencang, yang paling njiji’in itu klo nyeruduknya pelan tapi bikin lecek plat nomer >.< (sumpah..ngeselin bangett..ngett,ngett), hal lain yang dibenci para pengendara motor adalah ketika pandangannya ke depan dihalangi oleh bus, atau truck besar pasti si pengendara motor dengan sekuat tenaga akan mencari celah agar pandangannya itu tidak terhalang setidaknya jarak pandang 10-20Meter, hal lain yang dibenci oleh para pengendara motor yaitu ketika ia berada tepat di belakang bus mayangsari, ppd, himpurna, steadysafe, metromini, kopaja, bajaj, bemo or apalah itu, kalo boleh curi istilah, menurut rumour yang beredar bisa dibilang “Cumi” (binatang yang mengeluarkan tinta), pernah suatu ketika waktu didaerah gang kelor kampung melayu gue diapit sebelah kiri bus ppd, sebelah kanan  bus mayangsari, sebelah depan bajaj , dan mereka bertiga menggeber gas  secara bersamaan dan secara serentak asap mengepul hingga pandangan gue jadi monochrome menjadi warna abu-abu dan hitam **wot-de-hel** lalu seketika gue cuma bisa tertunduk, menahan nafas, menggelengkan kepala sembari bergumam “Kerasnya hidup di Jakarta! Sekejam-kejamnya ibu tiri masih kejam ibu kota!”, untuk hal lain sebenarnya hanya karena masalah selera mengendarai motornya, seperti halnya pengendara motor yang benci pada pengendara motor lain yang membawa motornya hanya dengan kecepatan 50 Km/h dan juga sebaliknya pengendara motor yang benci pada pengendara motor lain yang membawa motornya dengan kecepatan 80 Km/h, pernah suatu ketika di jalan raya pasar minggu, gue yang sedang memacu motor pada kecepatan 70 Km/h posisi sebelah kanan gue adalah Kopaja, tiba-tiba dari sebelah kiri ada motor supraks ngeloyor ke kanan dan nyaris nyerempet motor gue, gue yang kaget secara reflek gue pencet tombol kuning sebelah kiri stang diimbangi dengan sentakan gas yang gue tambah untuk menghindari serempetan motor supraks tersebut, setelah berada sedikit di depan motor supraks itu gue kasih rambu-rambu untuk hati-hati dan stay di sebelah kiri dengan cara menjulurkan kaki kiri gue ke arah kiri di hadapan motor supraks tersebut, walhasil bukannya ia semakin menyadari akan kesalahannya, ternyata tidak, malah sebaliknya, emosi kian membuncah sampai pada akhirnya motor gue disalip oleh supraks tersebut dari sebelah kanan, waw..amazing! Klo gue liat dari perawakan pengendara supraks tersebut sih kira-kira bisa dibilang berumur juga dibandingkan gue, gue bisa liat dari gayanya memakai sepatu kulit dengan warna coklat, dan tas kerja yang terbuat dari kain model selempang, dengan bentuk punggung lebar, terlihat pula dari kejauhan akan kebuncitan perutnya, hmmm..gue rasa sih udah tua, tapi jiwanya yang masih muda itu masih bertahta ternyata dia diam-diam ingin adu kecepatan dengan belalang tempur gue 👿 akhirnya gue balap lagi tuh supraks, lalu gue mengurangi kecepatan, setelah itu dia mencoba membalap gue lagi dengan menyalip secara tiba-tiba, waduhh…gue bener-bener merasa tertantang, tapi juga ketawa geli melihat perilaku orang tua itu, gue cuma bicara dalam hati “bisa secepet apa sih loe? Hah??” akhirnya gue balap lagi lalu setelah itu gue kurangi lagi kecepatan, ternyata gak lama dia menyalip lagi, bah…masih gak ngerti juga tu orang tua seharusnya dia sadar akan slogan “YANG MUDA YANG BERKARYA” hahahaha…padahal sempet juga tuh supraks gue tempel terus ke sebelah kanan nyaris nyemplung parit samping rel kereta wakakakak…gue sih awalnya berniat buat mencelakakan supraks itu tapi seketika gue teringat, gue takut bikin anaknya jadi yatim, dan akhirnya gue coba mengalah sedikit dengan membiarkan dia menyalip gue dari sebelah kanan, tapi setelah dia menyalip gue dari sebelah kanan, gue langsung memacu motor gue tanpa ampun sampai pada akhirnya si supraks tak terlihat lagi (ending yang bagus), kejadian itu terjadi dari pasar minggu sampe terowongan margonda BSI. Hal lain yang dibenci oleh para pengendara motor adalah mmm…pengendara motor lain mengendarai motornya sambil ngerokok, karena dengan adanya pengendara yang mengendarai motornya sambil ngerokok akan menghantarkan para pengendara lain kepada hal lain yang dibenci yaitu kelilipan ketika berkendara, bayangkan ketika motor sedang melaju kencangnya tiba-tiba ada abu rokok yang terbang lalu menghampiri bola mata dari si pengendara motor yang sedang melaju kencang, kira-kira apa yang terjadi? seketika bisa binasa dibuatnya, klo masalah mata kelilipan bagi pengendara motor itu adalah sebuah pantangan, atau musibah yang harus segera dikendalikan, ntah dengan segera mengkucek-kucek mata, atau dengan segera meminggirkan motornya lau melepas helm dan mengkucek-kucek matanya, hal lain lagi yang sering dibenci pengendara motor adalah “Polisi Operasi” yang suka memberhentikan pengendara lalu meminta untuk dilihatkan SIM-nya, jika sudah terlihat SIM-nya dengan baik, polisi pun mencoba meminta untuk diperlihatkan kepadanya STNK dari si pengendara motor, jika telah lolos pemeriksaan STNK, kebanyakan sih polisi suka nakal, mereka suka mencari-cari kesalahan dari pengendara motor, ntah karena knalpot tidak standar lah, ntah karena bodi motor yang warnanya tidak standar lah, ntah karena chasis motor tidak standar lah, mungkin disuatu waktu nanti ketika si pengendara tidak memiliki kesalahan sama sekali baik itu dari segi administrasi maupun dari segi fisik (Helm,Maupun fisik motor) mungkin si pak polisi akan mencari kesalahan dengan menyalahkan helmnya dari si pengguna motor karena bergambar kartun tweety lah atau mungkin karena motor belum dicuci pun akan disalahkan sama pak polisi. Yang pasti jiwa motor itu solid, kalau mau melanggar peraturan pasti berbondong-bondong dan gak akan mengkhianati satu sama lain, misal motor yang melewati jalur transjakarta secara ber-ramai-ramai..hehehe..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: