Berasku Sayang, Nasiku Malang

Juni 11, 2009

Beberapa hari yang lalu, merupakan puncak dari rasa kesal, sedih, muak,menjadi satu. Waktu gue lagi makan siang disebuah warung makan sekitar beluntas dengan kedua orang temen gue, sementara gue nunggu makanan dihidangkan tiba-tiba ada seorang bapak tua renta dan lusuh berada diberanda warung sedang meminta-minta, setelah ia pergi, gak lama makanan yang dipesan pun dihidangkan dihadapan gue, rasanya kurang nafsu setelah melihat bapak-bapak tadi meminta-minta diberanda warung. Dengan diawali meneguk sedikit air putih hangat, gue pun menyegerakan menyantap makanan yang telah di hidangkan, ditengah-tengah santapan berlangsung gak lama datang seorang bapak-bapak dengan menggunakan motor hondanya, kalau gue taksir dia itu seorang pekerja kurir atau sales, setelah ia memarkirkan motornya, ia pun segera memesan makanan, kebetulan menu yang dipilihnya saat itu adalah sup buntut, gue sih gak terlalu memperhatikan gerak-gerik dia karena posisi dia duduk berada persis dibelakang gue, tapi setelah beberapa lama bapak-bapak itu beranjak pergi meninggalkan warung, gue juga udah selesai menyantap makanan yang gue pesan, tapi setelah dia pergi gue gak sengaja menoleh ke arah belakang, dan gue dikagetkan dengan melihat nasi hampir separuh dari piring tidak dimakan, sebagian juga sudah campur baur dengan kuah sup yang dipesannya, bener-bener sulit untuk ditoleransi, sebelumnya gue diperlihatkan dengan sosok bapak tua yang renta dan lusuh sedang meminta-minta, tapi setelah itu gue diperlihatkan nasi yang jumlahnya cukup banyak dibuang begitu saja, seharusnya ia bisa memesan dengan porsi separuh, kang Dadang temen gue aja sedih ngeliat nasi dibuang begitu, kalo mau jujur, gue bersedia ngambil tuh separuh nasi nya sebelum dia makan (dari pada terbuang dikemudian).

Kenapa sih Critical banget?, sebenernya beberapa hari yang lalu sebelum kejadian gue makan diwarung itu, gue juga gak sengajaย  iseng-iseng berawal dari Kang Dadang ketika akan menyantap nasi putih yang dipesannya tapi dia rasa gak akan habis dia makan sendiri akhirnya dia bilang ke gue “Iz…makan yak nasi ane, tadi sih kurang maka nya ane pesen lagi nasi sama si Ruli, cuma kok nasinya jadi banyak begini, sayang Iz..kalo nasinya gak kemakan, bantuin ane yak?”, gue jawab “Iya deh kang…kesian, mana sinih, nanti ane makan”, setelah gue makan nasi pemberian kang Dadang bersama Soto Ayam Surabaya yang gue beli di depan kantor Jamsostek, tiba-tiba hasrat iseng gue pun timbul, mungkin karena lagi sepi orderan dikantor, gue mencoba membuat perhitungan secara kasar (tidak presisi), tapi setidaknya bisa membuat sedikit bayangan seberapa penting sih hitung-hitungan ini, awalnya agak kesulitan gue buat menentukan titik hitung awal yaitu berat dari sebuah butir beras, cukup susah carinya di tempat’e paklek Google,padahal udah pakek keyword “berat satu butir beras”, “satu butir beras sama dengan kg”, dan keyword-keyword lain, sampai pada akhirnya gue terbantu bangeett oleh seorang yang gue kenal dari internet ๐Ÿ˜€ dan dia menemukan satuan dari pada berat beras satu butir di Internet (auk keyword yang dipakai itu apa, yang penting thanks bgt). Oke..Math Class begin…

Diket:

Jumlah penduduk Indonesia (Bruto) 200.000.000,- Jiwa

1 Butir beras = 0,01 Gram

Estimasi 1 orang 1 kali makan rata-rata = 20 butir beras terbuang

Dit:

Berapa rata-rata jumlah beras yang dibuang manusia Indonesia ?

Jawab:

3 kali makan = 3 x 20 butir beras terbuang = 60 butir beras terbuang

60 Butir beras terbuang x 0,01 Gram = 0,6 Gram beras terbuang per 1 hari per 1 orang

Maka,

200.000.000,- Jiwa x 0,6 Gram beras terbuang = 120.000.000 Gram beras terbuang/hari

atau sama dengan 120.000 Kg beras terbuang/hari, atau sama dengan 120 Ton beras terbuang/hari, atau sama dengan 2400 karung beras ukuran 50 Kg, terbuang perhari. Perbulan sama dengan 72000 karung beras ukuran 50 Kg, terbuang perbulan. Pertahun sama dengan 864000 karung beras ukuran 50 Kg, terbuang pertahun.

Anggaplah manusia yang membuang nasi sekitar 200 juta jiwa, jika anda tidak setuju anggaplah satu orang manusia membuang nasi separuh dari piringnya, atau sama dengan ia mewakili sekitar 5 – 7 orang pembuang nasi (bahkan lebih), kalau anda tidak setuju lagi anggaplah nasi yang pernah anda buang atau mungkin ibu anda melihat nasi dalam rice cooker yang telah bau atau basi lalu ia throw in to the trash ๐Ÿ˜€ , kalau masih nggak setuju lagi anggaplah orang tua jompo, atau orang penyandang cacat memakan nasi nya tidak bersih (tersisa di piring), kalau anda masih gak setuju apa lagi sampe gak percaya, coba deh ke warung nasi, atau restoran, dan coba anda plesiran ke bagian pencucian piring, dan anda minta izin untuk sekedar melirik kedalam tong sampahnya, tolong deskripsikan ke gue apa yang anda lihat??, jika masih masih dan masih gak percaya, coba anda keluarkan isi tong sampah dari warung makan tersebut, lalu hitung berapa jumlah nasi yang telah terbuang.

Hitungan gue disini masih terbilang kasar (Bruto bangeettt), kalo mau lebih presisi mungkin bisa cari referensi ke lembaga survey, juga minta dibantu sama orang-orang BPS, trus lu itung deh yang lebih presisi bagaimana, tapi gue rasa jumlahnya masih tergolong dibawah dari kenyataannya deh..setidaknya udah kebayang, berapa jumlah nasi terbuang, sementara pejabat teras cuap-cuap ribut kesana kemari masalah beras bulog, atau beras subsidi, atau mungkin tentang impor beras ke Indonesia ๐Ÿ˜€ , kalau udah kehitung kira-kira beras subsidi, impor, bulog itu masih penting gak yah jika kita melakukan efisiensi dari sekarang ๐Ÿ˜€ , mari kita galakkan gerakan “Piring Bersih” dari sekarang **halah**

_psyCHo Original Thinking | Never Ending In My Mind

Iklan

Satu Tanggapan to “Berasku Sayang, Nasiku Malang”

  1. ishma Says:

    iya iya !
    nice post gan, keren bgt dah, sy sih abis teruss hehehe
    tapi orang kek saya makannya cuma 2x hehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: