Penghuni Baru

Mei 18, 2009

Hari minggu yang lalu, adek-adek gue beli sarapan di Jalan Juanda Depok, gue tungga tunggu gak kunjung datang sementara gemuruh kemrucuk perut kian menggema, sampe pada akhirnya mereka datang pada pukul 10.00 pagi hari dengan mengetuk pagar depan dan seraya berkata “Mas…Mas…buka mas!! liat dah gue beli apaan!!”..perasaan gue gak enak nih, pasti belinya yang nggak-nggak deh, pas gue buka pintunya adek gue langsung nunjukkin kantong semen dibolongin kecil-kecil tengahnya, dan sepertinya kantong semen ukuran sedang dan terdapat bolongan kecil-kecil itu terdapat makhluk di dalamnya, dan ternyata benar adanya, adek gue beli binatang pengerat.

Setelah dimasukin kedalam kandang yang telah dipersiapkan (dulu kandang itu tempat pelihara Alm. kusno *kuskus*), adek gue juga langsung beli wortel, kangkung dan lain-lain, dengan segera binatang itu pun diberi makan. Adek gue yang paling kecil bilang “Mas…mo dikasih nama apaan nih ?” **bah-seakan-gue-bokap-dari-binatang-itu**, “Terserah lu aja dah mo dikasih nama apaan!” saut gue. Selang beberapa hari gue juga agak suka dengan binatang ini, sering juga gue suapin makanan demenannya dia yaitu jagung muda,  asal gue datengin tuh binatang langsung berdiri, warnanya mulus, anteng, gak pernah mau keluar dari kandangnya, padahal udah gue bukain pintunya biar dia kabur ke alam bebas wakakakak.. kesian juga dipeliara dalam kandang. Nah saat-saat yang paling bersejarah adalah saat-saat penamaan kepada binatang itu berlangsung yaitu ketika kandang berikut penghuninya itu hendak dimasukkan kedalam rumah karena malam hari telah tiba, me said “Dek…masukin itu binatang lu..itu apa sih namanya..aahh, itu masukin TIKUS lu kedalem!! udah malem..kesian kedinginan”, adek gue said “Bahh…TIKUS lagihh!!! itu kelinci mas…kelinciiii…itu kelinciiii…”, me said “Ahh…bodo..amatt dah, pokoknya TIKUS!!” (padahal mah saat itu gue lupa kalo itu binatang namanya kelinci kekekekekek….ngeles dikit gak napa dah). Nah besok-besokan harinya asal mo maghrib bokap gue said “Dek’….masukin tuh tikus mu…udah maghrib” **gedubrakk-grumpyangGgg** bokap ikut-ikutan gue manggil kelinci dengan nama “TIKUS”, ternyata berawal dari ketidak sengajaan menjadi beneran, akhirnya adek gue yang paling kecil juga manggil binatang kelinci itu dengan nama “TIKUS” hahahaha….kadang-kadang kesian juga ngeliat kelinci dipanggil tikus bisa-bisa menjadi hal pemicu pembunuhan karakter dari se-ekor kelinci, abiss gimana yaa…tuh kelinci warnanya abu-abu kayak tikus. Oia sekedar info harga kelinci waktu dibeli di jl Juanda Depok adalah Rp. 15000,-

Berikut cuplikannya..

Tikus

kelinci

Tikus

Kelinci

Iklan

4 Tanggapan to “Penghuni Baru”

  1. ishma Says:

    eh bener 15000 doang??

  2. faiza Says:

    bener…mo ngapain luw?? mo lu bikin sate kelinci yakk..gila tega banget lu [-(

  3. ishma Says:

    halah kok wee..
    mau buat umpan kucing garong dirumah 👿

  4. RRj Says:

    Ok banget kelincinya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: