Merenung

April 13, 2009

Gak kerasa udah hampir 21 tahun yang lalu gue dilahirkan dan menatap lugu dunia, bingung sebagai manusia yang berfikir, apa yang harus gue ucapkan? apa yang harus gue lakukan sebagai manusia yang dilahirkan menatap lugu hingar bingar dunia, Ya kali ini gue cuma bisa bersyukur karena Kalam yang terjadi, semua itu bak skenario film, atau rangka tulisan novel.

004

Foto diatas sekilas terlihat lucu, lugu, seperti ia tak akan pernah melihat masalah, seperti ia tak akan pernah merasakan beratnya hidup di dunia, seperti ia tak akan pernah berbuat dosa di dewasa nya kelak, Setiap hari disayang oleh Ibu nya, disusui, diayomi, diajarkan sopan santun, diajarkan berbicara walaupun dengan awal yang terbata-bata, diajarkan dan dituntun untuk belajar berjalan  selangkah dua langkah walau kadang harus tersandung dan terjatuh.

Kini Bayi itu telah dewasa, Ya…Foto itu adalah Gue semasa Bayi, seorang yang berani menepuk dada, seorang yang berani membantah kata, seorang yang telah banyak melakukan dosa, berapa banyak pahala yang telah ia peroleh?, seberapa besar nikmat ikhlas yang pernah ia rasakan?, lalu sepadan kah dengan dosa-dosa besar yang telah ia perbuat?.

Harapan gue cuma bisa dan mampu istiqamah seumur hidup, tidak silau dengan kebathilan, dijauhkan dari kemunafikan, Semoga seorang Ibu dan Ayah yang telah mendidik Bayi itu senantiasa dalam naungan Rahmat Allah..Amiin

H Minus 1

It’s dedicated to My Beloved Mother and Father

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: